Tuesday, 5 July 2016

BOM MADINAH: FITNAH KEPADA UMAT ISLAM,MALAYSIA NOW THE TARGET

KOMEN:
SB NO LONGER THE SAME TODAY
Zam, just to add. We defeated terrorists even before they walked because our Special Branch was on top of the game. They penetrated the society and know every move a would be terrorist makes. Today we have all kinds of divisions in PDRM including the CTU but the terrorists have not just walked but threw a bomb and ran. So the SB is no longer the same today. Where and what are they doing ?


Komen:
Our security apparatus have failed
The fact that those lunatics even succeeded detonating a bomb outside a night club in Puchong had us all shivering to the marrow though nobody got killed in the incident. The thing that we used to read and heard happening in places in the Middle East and Europe now has arrived to our shores.
Malaysians who used to feel safe and sound in their own backyard now feel petrified to go out and about. It felt strange and surreal this kind of thing happening in Malaysia. We are not used to this. It is an anomaly. Indeed. Malaysia now has become the target.
This was the first time happening probably ever since the communist insurgency. Our security apparatus have failed in dealing with this threat. What is happening? Are we sleeping on the job?
We used to be examplary in dealing with terrorist threat. Even the foreign press acknowlege it. We are the only country in SEA where terrorist and extremist groups failed to gain foothold. They have to operate else where outside the country.
Remember KMM? Our home ministry was top notch then. They did a hell of a job dealing with this kind of threat to the extent of succeding in identifying breeding grounds for terrorist cell throughout the country before they could blossomed and flourished. Capturing all those turban wearing bearded psychos in their religious sanctuaries before they could ran amuck and threw them in the slammer (ISA).
They were stopped in their track even before they could even hatched a plan. It shows how effective our security apparatus back then. You don't play around with these guys. You just don't. You can't even reason with them. They were all highly radicalized and couldn't thinking straight. You need to take them, wrestle them off the streets no matter what so the public can feel safe.
Nowadays the authorities seemed more interested in dealing wih something trivial such as probing and detaining a middle aged man over a harmless posting on social media rather than spending their time and energy dealing real threat to our livelihood.
ReplyDelete
MEDIA US SEBAR SERENTAK SEOLAH TAHU LEBIH AWAL

Redaksi – Selasa, 30 Ramadhan 1437 H / 5 Juli 2016 07:42 WIB

Ustadz Fathuddin langsung dari Madinah:

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yang terjadi di Turkiye beberapa hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Smoga Allah lindungi..

Kami yang setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar.

Saking jauh dan tidak mengganggunya peristiwa tersebut, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung..

Sebab itu saya berkesimpulan : Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan pesan singkat masuk ke hape via wa yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.

Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yang ke 30 di Masjid Rasul yang sangat dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tidak berubah dari malam malam sebelumnya.

Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai saya di kamar hotel tempat kami menginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Filing media dan konspirasi saya benar. Sy lihat pembawa berita live sedang mewancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah TimurTengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yg membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang menghadapi konspirasi tingkat tinggi yang sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :

1. Beritanya sangat dibesar besarkan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dengan saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sudah saling tahu atau tukar informasi sebelum kejadian. Begitu juga dengan kejadian kejadian bom di wilayah lain di seluruh negeri Muslim.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yang diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yang diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, seperti : Para teroris itu tidak ada agamanya karena  mereka berani membom tempat tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, profokasi dan kebohongan itu mereka dukung dengan tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian

Sy katakan pada sahabat yang nonton Al-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yang terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga seakan akan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga tewas, karena dari sebelum berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam sanking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh musuh Allah dan musuh musuh mereka dengan menggunakan segala cara keji dan kebohongan agar umat ini tidak bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.

Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tersebut dalam banyak ayat dan hadits..

Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yang Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tidak akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sedang berhadap hadapan dg Allah yang MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangan-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

PETIKAN DARI WHATSAPP PPP10 (PERSATUAN PENDUDUK PUTRAJAYA PRESINT 10)


LAPORAN DI ATAS ADALAH SELARI DENGAN PERSEPSI SAYA TERDAHULU  DALAM TWITTER SAYA:


  1. Tidakkah kita boleh fikir di luar kotak yg bom Madinah adalah perbuatan ejen Israel yg sanggup berkorban utk justifikasikan tindakan2 globalisasi US
  2. UAE larang rakyatnya berjubah di luar negara utk keselamatan. Pakaian Arab tidak lagi melambangkan sunnah tetapi keganasan
  3. Kegiatan keganasan IS bertambah di bulan puasa termasuk berlaku di Malaysia dan Saudi. Mereka mencari pahala berganda dibulan puasa



18 comments:

  1. The fact that those lunatics even succeeded detonating a bomb outside a night club in Puchong had us all shivering to the marrow though nobody got killed in the incident. The thing that we used to read and heard happening in places in the Middle East and Europe now has arrived to our shores.
    Malaysians who used to feel safe and sound in their own backyard now feel petrified to go out and about. It felt strange and surreal this kind of thing happening in Malaysia. We are not used to this. It is an anomaly. Indeed. Malaysia now has become the target.
    This was the first time happening probably ever since the communist insurgency. Our security apparatus have failed in dealing with this threat. What is happening? Are we sleeping on the job?
    We used to be examplary in dealing with terrorist threat. Even the foreign press acknowlege it. We are the only country in SEA where terrorist and extremist groups failed to gain foothold. They have to operate else where outside the country.
    Remember KMM? Our home ministry was top notch then. They did a hell of a job dealing with this kind of threat to the extent of succeding in identifying breeding grounds for terrorist cell throughout the country before they could blossomed and flourished. Capturing all those turban wearing bearded psychos in their religious sanctuaries before they could ran amuck and threw them in the slammer (ISA).
    They were stopped in their track even before they could even hatched a plan. It shows how effective our security apparatus back then. You don't play around with these guys. You just don't. You can't even reason with them. They were all highly radicalized and couldn't thinking straight. You need to take them, wrestle them off the streets no matter what so the public can feel safe.
    Nowadays the authorities seemed more interested in dealing wih something trivial such as probing and detaining a middle aged man over a harmless posting on social media rather than spending their time and energy dealing real threat to our livelihood.

    ReplyDelete
  2. Politicalamity95 July 2016 at 21:32

    Kenapa semua nak di salahkan Yahudi? Berita yang disiarkan di media barat hanyalah berbentuk 'breaking news'.
    p/s: pakaian melambangkan culture bukannya Islam..Islam adalah universal. Takkan TS pon nak ikut Arab jugak?

    ReplyDelete
  3. Ppp10? Saya tak percaya yg tu wakil penduduk presint 10 putrajaya. Jelas lagi bersuluh itu gaya bahasa orang Indonesia. Kenapa semua adalah salah Yahudi..Yahudi pun x kisah umat Islam la..Islam sekarang ni lowest ofvthe lowest religion. Nak mengaku Islam pun malu la

    ReplyDelete
  4. Siasatan belum bermula jari telah menuding. Tidakkah ini jelas bertentangan dengan kemodenan? Moden bermakna sesuatu perkara harus dibuktikan secara saintifik supaya tiada keraguan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia itu minda salafi pejuang islamist sudah diracuni nafsu ammarah politik. Apa lagi yang lebih sesuai daripada menyalahi orang lain bila jamban kita tersumbat najis? Saudi dah lama bersekongkol dengan puak zionis bro, kalau anda tak sedar lagi ...

      Delete
  5. Sekarang ni zaman internet. Bila information masuk dalam any social media cepat jer tersebar satu dunia. We are still in denial.

    ReplyDelete
  6. The oppressive saudi royals must be sh*tt*ing in their robes now. Their coalition army cannot even fight a bunch of koboi kampong in yamen. The army are probably not even interested to defend the royals. Why bother, after all they always balik kampong kat london. Hopefully we dont get involved with the arab tribal warfare, which has been ongoing for thousands of years.

    ReplyDelete
    Replies
    1. The 100 year old wahhabi rebellion is like chickens which are coming home to roost. Evil deeds will have their day of retribution.

      Delete
  7. Orang Islam tidak akan mengebom masjid sendiri. Ini pasti kerja Mossad, CIA, MI6 dll yang mahu melaga-lagakan umat Islam.

    Agen-agen Mossad, CIA, MI6 dll pernah mengebom masjid di Iraq untuk melaga-lagakan pengkut Sunnah dengan puak Syiah. Beberapa agen kafir tersebut pernah ditangkap polis Iraq tetapi tentera NATO segera bertindak membebaskan mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh link kan post atau website tentang apa yang awak tulis?

      Delete
    2. Politicalamity96 July 2016 at 20:07

      Yet, they are the one taking in refugees from the conflict areas?

      Delete
    3. Patutlah tak pernah selesai masalah orang islam ni. Asyik nak tunding pada pihak lain je. Musuh di bawah satu bumbung(islam) buat2 tak nampak. Bom sesama sendiri cuma aliran islam sahaja yang berlainan.

      https://www.youtube.com/watch?v=fA5p82snwhs

      Delete
    4. Ini media video propaganda rusia, anda boleh lihatnya us mencipta kerajaan boneka libya, dia telah menangkap ahli AL qaedah, kemudian melatih jadi pemimpin untuk paper doll, malaysia menangkap penganas kemudian bagi pada cia di thailand kemudian melatihnya penganas itu bagi segala2 kayaan untuk penganas dan berkerja sama dengan us Dan barat, adakah video ini benar hanya kerajaan kita dan us boleh menjawab

      https://youtu.be/WVww3XDxFjQ

      Delete
    5. State-Sponsored Terror: British and American Black Ops in Iraq

      http://www.globalresearch.ca/state-sponsored-terror-british-and-american-black-ops-in-iraq/9447

      Delete
  8. In my opinion, the jews or israel didnt do this. They dont do things that dont benefit them. Keeping the arab monarchy alive in every middle east country will benefit them, and israel.

    ReplyDelete
  9. Harus difikirkan dari segi perang saraf kenapa tidak ada yang terbunuh dalam serangan bom di Puchung. Biasanya di negara-negara lain mesti ada yang terbunuh.
    Adakah serangan ini bertujuan hanya sekadar untuk menggemparkan rakyat terutama bukan Melayu supaya menyokong kerajaan bagi memperkuatkan keselamatan?
    Barangkali stratiji untuk mendapat sokongan rakyat tidak semetinya mengikut jijak di zaman dhururat dahulu.
    Kejayaan our security apparatus di masa dhururat menghapi pengganas komunis dahulu tidak masih terpakai hingga sekarang kerana cabaran yang dihadapi juga berbeza

    ReplyDelete
  10. Zam, just to add. We defeated terrorists even before they walked because our Special Branch was on top of the game. They penetrated the society and know every move a would be terrorist makes. Today we have all kinds of divisions in PDRM including the CTU but the terrorists have not just walked but threw a bomb and ran. So the SB is no longer the same today. Where and what are they doing ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. There is a chinese saying.....a fish rots from the head....just saying

      Delete