Wednesday, 9 July 2014

RASMI: JOKO WIDODO PRESIDEN INDONESIA.


Joko Widodo, Populist Governor, Is Named Winner in Indonesian Presidential Vote



Photo

Joko Widodo, who on Tuesday was declared the winner of Indonesia’s presidential election, in Jakarta on Friday. CreditKemal Jufri for The New York Times
Continue reading the main storyShare This Page
Continue reading the main story
JAKARTA, Indonesia — Joko Widodo, the governor of Jakarta whose common touch has made him a political phenomenon, was declared the winner of Indonesia’s presidential election on Tuesday, completing an improbable ascent from child of the slums to leader of the world’s fourth most populous nation.
But the announcement, while widely expected, did not end a simmering controversy, as his opponent, Prabowo Subianto, a retired army general, rejected the results as fraudulent and threatened to withdraw from the race.
The General Elections Commission announced that Mr. Joko, with 53 percent of the vote, had beaten Mr. Prabowo, with 47 percent. Nearly 135 million Indonesians cast ballots in the emotionally charged July 9 election, in which voters chose a new president for the first time in 10 years.

7 comments:

  1. Sdr Zam, jika rakyat Indonesia pernah memileh orang buta menjadi presiden maka tidak mustahil mereka akan sekali lagi buta dalam memileh presiden.Saya telah melihat perdebatan Jokowi dengan Probowo,nilainya macam bumi dengan langit. Probowo potensi Presiden yanmg berwibawa besar.

    ReplyDelete
  2. Kiranya Jokowi terpileh maka bangsa Indonesia akan terputus dengan sejarah keagungan kebangkitan bangsanya dan hal tujunya. Sekurang-kurangnya SBY masih bercakap dengan kesedaran perlu dikekalkan warisan dan masih mengenali asas asas bangsanya tetapi apakah yang Jokowi tahu selain dari pengalaman menjual jual perabot dan karismatriknya?Langsung tidak inspiring. Muga muga Allah selamatkan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  3. After the world largest democracy ushered in new President who is a known religious and conservative to turn the country around, Now is the turn for the world's most populous Muslim country to do just that.
    Indonesia don't need highly charismatic and rock star President who has an affinity hogging the limelight and get chummy with the West. What Indonesia need is a highly effective leader who could move the mountain. A leader who knows how to create wealth and distribute it evenly to its people. So the Indonesians don't have to risk their lives drifting in beaten up junks in open seas finding better life and shelters.

    * Just get the new President cleaning up Citarum river. The stream is dubbed the filthiest and most polluted river on the face of the planet.

    ReplyDelete
  4. Putera Gunung Jerai10 July 2014 at 07:03

    Kemenangan melalui pemilihan rakyat Indonesia ini secara langsung akan mempengaruhi hubungan dua hala antara Malaysia dan Indonesia.
    Saya juga turut mendoakan agar Bapa Probowo dipilih sebagai Presiden Indonesia.

    Zama Suharto memang diakui zama kegemilangan dan ketenangan pada awal dan pertengahannya.Malang sekali oleh kerana terlalu lam memerintah maka gejala rasuah dan gejala pecah amanah berlaku dengan sewenangbnya.

    Rasuah dan salah guna kuasa serta campur tangan orang dapur dalam urusan negara amat bahaya.

    Belaajarlah segala kesilapan yang lalu.

    ReplyDelete
  5. Probowo ada satu kelebihan nya - bersama rakyat serta aspirasi rakyat. Linguistik nya juga boleh di mana Jokowi agak lemah dengan penampilan.

    Apa kita harap, kawan Indonesia yang kuat boleh berkerjasama dengan Malaysia dan tidak berkiblat ke Selatan kita yang tidak lain cuba memutuskan hubungan kebangkitan Islam. Di Selatan kita itu proksi yang nyata dalam ASEAN.

    ReplyDelete
  6. Baguslah kalau Indonesia dapat pemimpin gagah yang dapat dibanggakan oleh rakyat. aduhai bagaimana pula kita di malaysia. saya sangat terkilan dan meras terhina apabila najib dibuli oleh obama di atas pentas di laman sendiri. pada hal najib boleh menjawab sekurang-kurang dengan berkata begini : tuan presiden tiap-tiap negara di dunia mempunyai keperluan nasional masing-masing. dunia tentu tidak akan faham mengapa tuan sebagai jaguh keadilan mengurung budak 9 tahun di guantanamo sebagai penganas sedangkan dia sepatutnya berada di sekolah...

    ReplyDelete
  7. Inilah yang saya dengar ditegaskan oleh Probowo iaitu walaupun kita akan terletak di bawah kuasa besar tetapi tidaklah sehingga menjemput prang mereka untuk memerentah negara kita.Menampakan suatu kesedaran nasional yang diperlukan oleh setiap negara yang bermaruah.Ini hanya ada pada Tun Razak dan Mahathir.

    ReplyDelete