Friday, 14 December 2012

PAK HARTO TAHU SIAPA YANG MENGKHIANATINYA

MENGAPA BAPA TIDAK MAU BERTEMU DENGAN HABIBIE ?
PAK HARTO MEMBERIKAN ISYARAT "NANTI DI AKHIRAT SAJA"

SUMBANGAN:  NUR JOHAN NUH JAKARTA

“Mengapa Bapak tidak mau bertemu dengan Habibie?”. Tanya Retnowati Abdulgani Knapp, penulis buku : Soeharto – The Life And Legacy Of Indonesia’s Second President. Pak Harto tersenyum kecil sambil jari telunjuknya menunjuk keatas. Maksudnya nanti di akhirat saja. “Kalau salah satu sudah tidak ada apa akan pakai internet,?” jeletuk Retnowati. Kembali Pak Harto tersenyum tanpa kata memandang Retnowati.

Terbukti, hingga Pak Harto wafat, 27 Januari 2008, tidak pernah ada pertemuan diantara keduanya sejak dari Pak Harto menyatakan berhenti sebagai presiden pada Kamis Legi 21 Mei 1998, pukul 09.10.

Pak Harto adalah seorang yang teguh dalam pendirian. Tak mudah mengangguk, tak mudah menggeleng. Senyumnya yang selalu berirama sama, tenang dan penuh arti, simbol bahwa beliau adalah seorang pemikir yang handal.

“Walau selalu tersenyum, wibawa yang sulit diungkap dengan kata-kata terpancar dari peribadi Pak Harto,” ujar pengusaha Peter Gontha. Lebih jauh mengnai karakter Pak Harto ditulis oleh Pak Probo dibuku - Saya dan Mas Harto: “Hanya sedikit saja di antara mereka, atau bahkan tidak ada sama sekali, yang mendapatkan bahan paling valid yang diperlukan untuk menuliskan hal yang benar mengenai Mas Harto, yakni getar perasaan Mas Harto. Ya, getar perasaannya yang paling murni. Sesuatu yang memang dia kubur untuk dirinya sendiri.”

Ketidakmauan Pak Harto bertemu dengan Habibie – bekas pembantunya yang paling dipercaya, menjadi menteri selama 20 tahun hingga dipercaya menjadi wakil presiden, jawabannya adalah seperti yang diungkap oleh Pak Probo – “getar perasaannya yang paling murni – sesuatu yang memang dia kubur untuk dirinya sendiri”.

Pada tahun 1950, Letnan Kolonel Soeharto sebagai Komandan Brigade Mataram/Divisi III Jawa Tengah mendapat tugas menumpas pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan. Markas Brigade Mataram di Makassar berseberangan dengan rumah Aluwi Abdul Jalil Habibie. Istrinya, Tuti Marini Puspowardoyo berasal dari Yogyakarta, hingga obrolan dalam bahasa Jawa merupakan hiburan tersendiri bagi pasukan Brigade Mataram pada saat bertandang ke rumah keluarga Habibie.

Hubungan anggota Brigade Mataram bertambah erat lagi dengan keluarga Habibie disebabkan seorang perwira brigade Mataram yang menjalin cinta dengan seorang putri Habibie. Kapten Subono kawin dengan kakak Burhanuddin Jusuf (BJ) Habibie. Pak Harto sebagai Komandan Brigade “besanan” dengan keluarga Habibie.

Hingga satu malam, setelah Isya, dua anak Habibie datang ke Markas Brigade dengan tangis mengharukan. Mereka memberi tahu ayahnya sakit keras. Bergegas Pak Harto bersama dokter Irsan (dokter Brigade) datang ke rumah Habibie memberi bantuan. Bapak Aluwi Abdul Jalil Habibie terkena serangan jantung pada saat sembahyang Isya dan tidak tertolong lagi. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di hadapan Pak Harto dan keluarga Habibie. Pak Harto berkesempatan menutup kelopak mata almarhum sambil berdoa memohonkan ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.

BJ Habibie yang baru berusia 13 tahun menangis disamping jenazah ayahnya. Pak Harto mengusap kepala BJ Habibie sambil berkata, “Bapakmu orang baik - ihklaskan kepergiannya.” Inilah pertemuan pertama antara Pak Harto dengan BJ Habibie.

Sepeninggal ayahnya, BJ Habibie melanjutkan sekolah ke Bandung, kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 6 bulan, kemudian melanjutkan studinya ke Technische Hochschule, Aachen, Jerman Barat, dan berhasil memperoleh gelar “Diplom Ingenieur”, pada usia 22 tahun, dengan penilaian cum laude, angka rata-rata 9,5 untuk jurusan Konstruksi Pesawat Terbang, pada tahun 1960. Lima tahun kemudian BJ Habibie mendapat gelar “Doktor Ingenieur” dengan penilaian summa cum laude – dengan angka rata-rata 10 dari Technische Hochschule - Die Fakultaet fuer Maschinenwesen, Aachen, Jerman Barat. Empat puluh karya ilmiah dibuat oleh BJ Habibie hingga ia menyandang gelar Profesor.

Ia juga menelorkan Fungsi Habibie - menjadi bukti reputasi akademi yang luar biasa. Hingga ia mendapat julukan Mr. Crack karena menemukan rumus untuk menghitung kelelahan logam (crack propagation on random) sampai ke atom-atomnya.

BJ Habibie membuat disertasi yang fenomenal tentang pesawat terbang berkecepatan 7 kali kecepatan suara - Hypersonic Genatic Heatic Thermolasticity in Hypersonic Speed Mach 7. BJ

Habibie satu-satunya orang diluar warga Jerman yang mendapat kepercayaan mengetahui rahasia teknologi Jerman dan memperoleh kedudukan yang tinggi di negara itu sebagai Wakil Presiden merangkap Direktur Teknologi pabrik pesawat terbang, Messerschmitt Boerkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat. Seabrek prestasi itu membuat BJ Habibie diangkat sebagai warga kehormatan Jerman Barat (kini Jerman)

Pada tahun 1961, Pak Harto bersama KSAD waktu itu, Jenderal Nasution, mengunjungi beberapa negara Eropa termasuk Jerman Barat. Di Jerman Barat Pak Harto bertemu dengan BJ Habibie yang sedang menyelesaikan program doktor.

Pertemuan kedua ini tentu sangat berkesan bagi BJ Habibie karena komandan resimen yang di kenalnya di Makassar inilah yang menutup kelopak mata ayahnya saat menghembuskan nafas terakhir. Letnan Kolonel Soeharto yang dikenalnya pada tahun 1950, sudah menyandang pangkat Brigadir Jenderal, sebagai Deputi I KSAD.

Dengan seabreg prestasi akademi dan karir pekerjaan yang cemerlang di Jerman Barat, menjadi alasan logis bagi Habibie untuk ikut membantu program pembangunan di bidang teknologi di Indonesia,dalam koridor Trilogi Pembangunan (Stabilitas – Pertumbuhan Pemerataan), untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur, sesuai dengan amanat pendiri bangsa.

Konsep pembangunan Pak Harto adalah menjadikan Indonesia negara Industri dengan didukung oleh pertanian yang tangguh. Pembangunan industri harus ditopang oleh teknologi – karenanya - menjadi patut, BJ Habibie – yang memiliki seabreg prestasi itu - dipilih oleh Pak Harto untuk mengembangkan bidang teknologi di Indonesia, menjelang milenium ke tiga.

Pak Harto mempercayakan kepada BJ .Sebagian besar kekuasaan BJ Habibie berasal dari hubungannya yang sangat dekat dan khusus dengan Pak Harto dibandingkan dengan pembantu-pembantu lainnya. Ia satu-satunya pejabat yang berani memanggil Presiden yang selalu tersenyum itu dengan panggilan oom, suatu panggilan hormat tapi tidak formal yang berarti ‘paman’ dalam bahasa Belanda.

Hubungan tersebut menyebabkan ia mendapatkan sejumlah kebebasan dibandingkan dengan ahli-ahli ekonomi di Kabinet dan Bapenas. Kebanyakan dari mereka lulusan Amerika (terstikma dengan julukan Mafia Berkeley), yang mengatur perekonomian Negara, dan umumnya mereka was-was akan proyek-proyek yang diajukan BJ Habibie, termasuk membuat pabrik pesawatterbang karena membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Seorang teknokrat dari kelompok Mafia Berkeley yang duduk di kabinet - ketikA ditanya mengenai pabrik pesawat terbang yang dibuat BJ Habibie, menjawab ketus,“Apa yang istimewa tentang BJ Habibie? Kami memberikan dia uang untuk membuat pesawat-pesawat, kemudian kami pula yang membeli darinya.” Tentu belum pupus dari ingatan kita tentang pesawat terbang produk IPTN yang ditukar beras ketaoleh pemerintah Thailand. Sedang Lew Kuan Yew menjuluki Habibie sebagai, “hight technology and hight cost.”

Karir BJ Habibie di Indonesia bermula dari kunjungan Direktur Pertamina Dr. Ibnu Sutowo, pada akhir Desember 1973, ke Jerman Barat. Ibnu Sutowo mendatangi BJHabibie dan memintanya kembali ke Indonesia.Setelah di tanah air, sambil tetap memegang jabatannya di MBB, BJ Habibie menjadi Penasehat Direktur Utama Pertamina, kemudian memegang dua jabatan lagi, yaitu Kepala Divisi Advanced Technology Pertamina dan Teknologi Penerbangan.

Dua tahun kemudian dia menjadi Presiden Direktur Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang kemudian berubah menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara, disebabkan keluarga Nurtanio mengklaim atau berkeratan nama Nurtanio dijadikan nama pabrik pesawat yang dibikin BJ Habibie.

Pada tanggal 4 Februari 1974, BJ Habibie diterima Pak Harto di kediaman jalan Cendana no 8. Hubungan keduanya bertambah akrab dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Dalam pertemuan-pertemuan itu, Pak Harto memberi petunjuk mengenai visi dan misi pembangunan Indonesia menuju tahap pembangunan tinggal landas atau pembangunan jangka panjang tahap II dimana pada era tersebut dibutuhkan keahlian teknologi tinggi.

Begitu banyak Pak Harto memberikan petenjuk dan masukan kepada BJ Habibie, hingga pada satu kesempatan ia mengungkapkan bahwa Pak Harto adalah guru politiknya. “Sudah puluhan tahun beliau mengajari saya, jika saja di lembaga pendidikan, Pak Harto sudah tiga kali menggondol gelar professor,” puji BJ Habibie.

Dalam pertemuan itu, BJ Habibie mempresentasikan betapa urgensi Indonesia memiliki industri pesawat terbang. Apa yang dikehendaki kemudian terwujud,Industri Pesawat Terbang Nurtanio, yang diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam dunia terpenting dapat menyerap teknologi tinggi seperti yang dijanjikan oleh BJ Habibie,dan ini sesuai dengan program pembangunan Pak Harto menuju tahap tinggal landas,setelah melalui tahapan pembangunan jangka panjang tahap satu dua puluh lima tahun.

Divisikan oleh BJ Habibie satu hari kelak IPTN akan menjadi “Everret dari Timur. Everret adalah lokasi pabrik pesawat terbang Amerika, Boieng Co. Ia pun melobi pabrik pesawat terbang di dunia yang mau diajak bekerja sama. Ternyata yang berminat untuk pada tahun 1976, Pak Harto meresmikan industri pesawat terbang PT transportasi udara di Indonesia sebagai negara kepulauan dan yang hanya Construcciones Aeronauticas SA - CASA, Spanyol. Melalu program lisensi, dirakitlah pesawat Aviocar CASA-212 hingga tipe CN 235 dirakit di pabrik IPTN di Bandung.

Alih-alih melangkah ke industri lebih modern, CN 235 makin menua dari segi desain, sementara CASA sudah membuat versi modern pesawat ini, yakni C-295. Selanjutnya IPTN merekayasa dengan teknologi baru mewujudkan pesawat tipe N-250, uji terbang pesawat ini dilakukan pada 15 Agustus 1995. Pesawat ini menghabiskan biaya riset dan rekayasa jutaan dolar, termasuk memakai dana reboisasi hutan, tapi kini teronggok menjadi besi tua.

Begitu khusus perhatian Pak Harto kepada BJ Habibie hingga hari uji terbang pesawat N-250 15 Agustus ditetapkan sebagai “Hari Teknologi Nasional.”

Dalam percakapan penulis dengan seorang pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang memperoleh bea siswa belajar ke Jerman Barat dalam program pendidikan BPPT,kini hengkang dari BPPT-piawai dalam meyakinkan orang lain tentang gagasannya, akan tetapi tidak memiliki kemampuan managemen untuk melaksanakan gagasan tersebut.

Habibie adalah sales man yang prima”, jelas mantan penerima bea siswa BPPT itu. Puluhan tahun silam, pada saat penulis kuliah di FEUI, tahun 1973, dosen Pengantar Ekonomi Makro,DR. Sri Edi Swasono, yang juga petinggi di Bapenas mengatakan: “Ada seorang Insinyur dari Jerman yang berkehendak membuat pabrik kapal terbang.

Negara kita bikin rantai sepeda saja belum bisa, kok mau buat pabrik pesawat terbang!” Kemudian, jauh hari kedepan, baru penulis ketahui yang dimaksud Sri Edi adalah BJ Habibie. Dibandingkan dengan Jepang yang telah berjaya membuat pesawat terbang sebelum perang dunia kedua yang berarti sudah sangat mumpuni dalam teknologi pesawat terbang, akan tetapi setelah kalah dalam perang dunia kedua, tidak lagi
membangun industri pesawat terbang di negaranya, karena industri ini sudah menjadi oligopoli antara Amerika dengan pabrik Boeing Co. dan Eropa.

Sebagai contoh kuatnya oligopoli tersebut adalah, pabrik pesawat terbang di Belanda, Fokker, gulung tikar. Begitu pula nasib IPTN yang sudah berubah nama menjadi PT Dirgantara Indonesia, sekarang mengalami krisis keuangan yang sangat serius sehingga merumahkan ribuan pegawainya. Demonstrasi ribuan pegawai PT Dirgantara Indonesia menuntut pesangon karena dirumahkan, menjadi pemandangan berkali-kali di Jakarta, menegaskan bahwa gagasan BJ Habibie membuat industri pesawat terbang di Indonesia hanya berbuah kebrangkutan alias pepesan kosong.hingga mencapai gelar Doktor Ingenieur. – tapi dan bekerja di Jerman.

Sepuluh tahun kemudian setelah Pak Harto menerima Habibie di kediaman, pada 4 Februari 1984, pukul 20.00, Pak Harto menerima BJ Habibie di jalan Cendana no 8, di ruang tamu dan jam yang sama. Pada kesempatan itu Pak Harto memberikan kepada BJ Habibie potret diri Pak Harto memakai Blangkon Bertuliskan: Tansah – Percoyo.

Mituhu marang Kang Murbo Ing Dumadi iku dadi oboring hurip kang becik (Selalu ingat – Percaya, patuh/taat kepada yang mencipta semua yang ada itu jadi obornya hidup yang baik/baik menuju kesempurnaan).

Kesempatan yang diberikan oleh Pak Harto kepada BJ Habibie dalam memperingati 10 tahun pertemuan mereka di tempat, jam, tanggal dan bulan yang sama, sebagi bukti atensi Pak Harto kepada BJ Habibie.

Ia juga memiliki previlige untuk bertemu Pak Harto, ajudan presiden sudah mengetahui bahwa pertemuan itu sering melebihi waktu yang ditentukan, karenanya, pertemuan diatur dengan cara BJ Habibie menjadi tamu yang terakhir presiden karena pembicaraan mereka memakan waktu ber jam-jam, malah sering BJ Habibie menemani Pak Harto makan malam.

Pada bulan Maret 1978, BJ Habibie ditunjuk sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, menggantikan begawan ekonomi Prof. DR. Sumitro Joyohadikusumo. Jabatan ini disandangnya selama 20 tahun, sampai tahun 1998.

Ia adalah menteri yang paling lama memangku jabatannya, disusul Harmoko yang menjadi menteri penerangan selama 14 tahun dilanjutkan sebagai menteri urusan khusus selama 1 tahun. Pada tahun 1991, atas restu Pak Harto, BJ Habibie mendirikan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), organisasi sekterian yang kemudian malah menjadi duri bagi Pak Harto.

 Selain itu, BJ Habibie ditunjuk sebagai Ketua Harian Dewan Pembina Golkar, sedang Pak Harto sebagai Ketua Dewan Pembina. Jabatan yang sangat strategis dalam bidang politik karena BJ Habibie sebagai langsung jalannya roda organisasi Golkar yang terdiri dari jalur ABG (ABRI, Birokrasi dan Golkar yang terdiri dari KINO-KINO).

Dapat dilihat disini betapa Pak Harto sudah mempersiapkan tokoh sipil untuk pimpinan nasional, sekaligus menepis konsep militerisasi seperti yang didengung-dengungkan oleh lawan politiknya pada waktu itu.

Sipilisasi dilakukan juga dengan menunjuk Harmoko menjadi Ketua Golkar. Jabatan yang sebelumnya selalu dipegang kebetulan kedua orang sipil yang di orbitkan oleh Pak Harto ini, kemudian menikamnya.

Menjelang Sidang Umum MPR tahun 1993, Pak Harto membentuk tim 11 untuk mengverifikasi siapa yang layak menduduki jabatan wakil presiden. BJ Habibie dipilih oleh 6 orang, selanjutnya Try Sutrisno, Susilo Sudarman. Baru saja sidang umum MPR dimulai, Ketua Fraksi ABRI Letnan Jenderal Harsudiono Hartas, mencetuskan dalam forum sidang MPR bahwa fraksi ABRI mencalonkan Try Sutrisno sebagai wakil presiden.

Cetusan Harsudiono Hartas membuyarkan hasil verifikasi tim 11 dan membuat fraksi-fraksi di MPR menjadi gamang. Untuk menjaga kekompakan apa yang dulu disebut Tri Fraksi (Fraksi Golkar, ABRI dan Utusan Daerah) - dua fraksi yakni fraksi Golkar dan fraksi Utusan Daerah membuat pernyataan bahwa kedua fraksi itu tidak memiliki calon tapi mendukung calon yang dicetuskan oleh fraksi ABRI.

Apa yang dikenal sebagai tri fraksi pecah. BJ Habibie yang sudah di gadhang-gadhang oleh tim 11gagal menjadi wakil presiden, dan Try Sutrisno, sesuai dengan usulan Hartas, terpilih menjadi wakil presiden periode 1993 – 1998.

Menjelang SU MPR 1998, ketua Golkar Harmoko – yang menyebut dirinya hari-hari omong sembako, bukan omong kosong - dengan lantang mengatakan, “saya sudah berkeliling Indonesia dan menyerap aspirasi rakyat bahwa kepemimpinan Pak Harto sebagai presiden masih dikehendaki oleh rakyat Indonesia.”

 Pada 18 Mei 1998, 2 bulan 7 hari setelah Pak Harto dilantik sebagai presiden periode 1998 – 2003, 11 Maretm 1998, dengan mimik muka tak berdosa Harmoko, sebagai Ketua DPR/MPR membuat pernyataan di gedung Nusantara 1, “agar Presiden Soeharto secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri.”

Berbeda dengan sebelumnya, untuk wakil presiden 1998-2003, tidak dibentuk tim verifikasi, akan tetapi Pak Harto memberikan kriteria. Kriteria ini menjurus kepada sosok BJ Habibie dan ia terpilih menjadi wakil presiden periode 1998-2003.

Sebelumnya, pada Juli 1997, terjadi krisis nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika di Thailand lalu merambat ke Korea Selatan, Malaysia, Philipina dan Indonesia. Korea Selatan dan Philipina meminta bantuan IMF dan dapat keluar dari krisis, Malaysia memberlakukan kurs tetap Ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika dan Ringgit tidak diperdagangkan di luar Malaysia, sehingga tidak ada ruang bagi spekulan menggoyang Ringgit Malaysia.

Indonesia pada 31 Oktober 1997 meminta juga bantuan IMF, akan tetapi berbeda dengan Philipina dan Korea Selatan yang dapat mengatasi krisis mata uang negaranya atas bantuan IMF, sedang Indonesia malah tambah terpuruk akibat resep salah dari IMF yakni penutupan 16 bank pada 1 November 1997, yang mengakibatkan kepercayaan rakyat terhadap bank sirna dan terjadi rush - pengambilan uang dari bank secara masif. Berawal dari krisis moneter hingga berlanjut menjadi krisis multidimensi pada waktu BJ Habibie dilantik menjadi wakil presiden 10 Maret 1998.

Menjadi wakil presiden di periode itu merupakan bencana bagi BJ Habibie karena desakan mahasiswa dan beberapa tokoh yang menyebut dirinya reformis, menghendaki perubahan pemerintahan. Tapi juga merupakan keuntungan karena jika tuntutan mundur ditujukan pada Pak Harto, maka sesuai pasal 8 UUD 45, ia akan melanjutkan jabatan presiden hingga masa jabatan presiden terpilih selesai (2003).

Pada tanggal 9 Mei 1998, Pak Harto berangkat ke Cairo untuk menghadiri konferensi G 15. Sebelumnya, ditengah kesulitan hidup yang dihadapi rakyat akibat krisis multidimensi, IMF memaksa pemerintah melepas subsidi dengan menaikan harga BBM dan menaikan tarif dasar listrik secara gradual pada 4 Mei 1998.

Akibatnya, demonstrasi para mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat tambah bergemuruh.

Tanggal 12 Mei 1998, di depan kampus Trisakti terjadi demonstrasi mahasiswa yang berniat menuju gedung DPR/MPR. TNI dan Polri berhasil mencegah, akan tetapi empat mahasiswa Trisakti tertembak dan meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pemicu dan puncak kepanikan di masyarakat. Masyarakat mendadak seperti gelapmata.

Mereka tidak bisa lagi membedakan baik dan buruk, halal dan haram. Tiba-tiba rakyat menjadi orang yang sedang murka. Semua hasil pembangunan berpuluh tahun dirusak. Barang-barang yang ada di toko dan gudang dijarah. Jakarta dibuat membara. Di mana-mana terlihat api menyala disertai asap hitam yang membumbung tinggi keudara.

Pak Harto yang seharusnya dijaduwalkan kembali ke Indonesia tanggal 16 Mei, mempercepat kembali ke tanah air pada 15 Mei. Sementara BJ Habibie sebagai wakil presiden, sejak terjadinya kerusuhan di tanah air sampai Pak Harto kembali, tidak sekalipun melakukan rapat kabinet untuk mengatasi atau membicarakan kerusuhan yang terjadi.

Tidak ada usaha BJ Habibie bersama Menko Polkam dan Panglima ABRI untuk meredam kerusuhan sementara Pak Harto sedang berada di luar negri.

Seperti telah disebutkan diatas, pada 18 Mei 1998, ketua DPR/MPR Harmoko meminta Pak Harto secara arif dan bijaksana mengundurkan diri sebagai presiden. Keesokan harinya, tampa ditemani wakil presiden, Pak Harto bertemu dengan 9 tokoh masyarakat dan dihasilkan kesepakatan untuk membentuk komite reformasi dan kabinet reformasi. Pada 20 Mei 1998, pukul 19.30,

Pak Harto menerima mantan Wapres Sudarmono di kediaman. Sudarmono yang empati pada keadaan saat itu, diajak Pak Harto membahas susunan Komite Reformasi dan Kabinet Reformasi karena semua itu akan di umumkan besok pagi. Pukul 20.00, BJ Habibie datang menemui Pak Harto. Mereka membicarakan situasi kritis termasuk mengenai 14 menteri yang akan mundur dari kabinet.

Pak Harto sudah mengetahui surat pengunduran diri 14 menteri itu akan tetapi belum membacanya. Sebelum pertemuan itu, Habibie menyatakan tidak sanggup menjadi pengganti Pak Harto jika beliau mundur, dan Pak
Harto mengeluarkan Keppres no. 16 yang memberikan kewenangan penuh kepada Pangab untuk melakukan tindakan apapun demi pengamanan pembangunan. Akan tetapi Pangab Jenderal Wiranto melipat dan mengangtongi Keppres itu dari pada melaksanakannya.

Setelah ada kabar tentang mundurnya 14 menteri, tiba-tiba BJ Habibie menyatakan dirinya siap dan sanggup menggantikan Pak Harto sebagai presiden.

Tidak sampai 24 jam, BJ Habibie yang sebelumnya mengatakan tidak sanggup, kemudian tiba-tiba dia menyatakan sanggup setelah 14 menteri akan meninggalkan Pak Harto.

Ternyata beberapa menteri yang mundur berasal dari ICMI, PersatuanInsinyur Indonesia (PII), lembaga yang dipimpin oleh BJ Habibie. Ditinggalkan para menterinya adalah pukulan hebat bagi presiden manapun. Mencermati tingkah polah orang-orang yang dibesarkannya, pukul 22.00, Pak Harto meminta Saadilah Mursyid membuat surat pernyataan berhenti sebagai presiden.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan Nurcholis Majid di Cendana, 18 Mei 1998, Pak Harto menanyakan pada Nurcholis; “Apakah jika saya mundur presiden berikutnya dapat mengatasi persoalan bangsa ini?”

Terbukti, sudah 4 presiden menggantikan Pak Harto, keadaan bangsa ini malah tambah amburadul alias karut marut tak berujung.

Setelah menjadi presiden, beberapa kali BJ Habibie berusaha menghubungi Pak Harto, tetapi gayung tak bersambut.

Sejak BJ Habibie menjadi presiden sampai Pak Harto wafat pada 27 Januari 1998, BJ Habibie tidak pernah lagi bertemu dengan Pak Harto. Mengapa Pak Harto bersikap seperti itu? Apakah beliau merasa dikhianati oleh orang-orang yang dibesarkannya? Apakah karena Pangab tidak mau melaksanakan Kepres no. 16?

Apakah beliau merasa ditikam oleh orang-orang dekatnya? Sulit mencari jawaban yang tepat kecuali apa yang ditulis oleh Pak Probo: “getar perasaannya yang paling murni – sesuatu yang memang dia kubur untuk dirinya sendiri.”

Noor Johan Nuh

30 comments:

  1. wahhh, satu hidangan penyucian diri dari pak zam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. NURHAYATI MANGGA DUA.15 December 2012 at 05:44

      AH TAJAM SEKALI PANDANGAN BAPA. SEMUGA RAMAI LAGI ORANG INDONESIA YANG MEMBANTU JELASKAN HAL SEBENARNYA. BUKTIKAN INDONESIAN BUKAN SEMUANYA DOG OF IMPERIALISM DAN BUKANNYA SEMUANYA PENYOKONG HABIBIE. BANGUNKAN KEMBALI ROH SOEKARNO DAN SUHARTO.PROBOWO BISA? SBY BAGUS TETAPI SUDAH SUNTUK MASANYA.

      Delete
    2. Gila. Suharto yg sudah sengsarakan rakyat dibela spt ini. Menjijikkan. Pikir knp hutang bisa banyak, sementara kekayaan alam melimpah.

      Delete
  2. Tepat sekali telahan olih ZAM :` PERWATAKAN SAMA, TUGAS SAMA DAN NASIB PUN SAMA`! Semasa Anwar Ibrahim menjadi timbalan PM (Habibie Wakil Presiden Indonesia waktu itu) Malaysia, beliau berusaha untuk menjatuhkan Tun Mahathir dengan bertaut kepada IMF yang menyarankan kenaikan kos simpanan dan pinjaman bank secara tak langsung mermbunuh banyak perniagaan dan menyebabkan banyak pekerja terpaksa dihentikan. Beliau juga menyaran reformasi ( idea asal olih Habibie) untuk melakukan huru hara rakyat di Malaysia bagi menjatuhkan Tun Mahathir. Sehingga sekarang masyarakat Melayu berpecah dua. Tetapi kini TEMBELANG TALAM DUA MUKA Anwar Ibrahim telah pecah dan kami akan menguburkannya di Pemilu 13 kelak.

    Orang Melayu mempunyai satu peribahasa yang baik untuk petualang yang bernama Anwar Ibrahim ini, iaitu:` bagai melepaskan ANJING yang tersepit` yang kemudian mengigit tuannya.

    ReplyDelete
  3. Perkasa Biru dan Zam, kamu berdua adalah ibarat kupang tembaga, barangan yg tidak berguna, tidak tahu menilai mana baik dan buruk, deria kamu sudah rusak, tidak kenali warna lagi, yg kamu nampak hitam semua, tiada warna lain.......bodoh, sombong.

    ReplyDelete
  4. Ko ingat orang indonesia ni x tau sejarah ini ker? Apakah dalam article itu ada dikatakan secara jelas oleh soeharto kalau habibie mengkhianatinya? Soeharto sendiri yang angkat Habibie sebagai penggantinya, Soeharto sendiri yang tidak mahu bertemu dengan Habibie karena takut anggapan rakyat Indonesia kalau Habibie adalah bahagian dari orde baru dan akan mendapat penolakan dari rakyat. Soeharto sendiri yang tahu menempatkan dirinya agar tidak dianggap mempengaruhi pemerintahan Habibie.

    Tugas dari presiden adalah mendengarkan suara rakyat. Bukan memaksakan kehendak sendiri. Rakyat Indonesia sendiri yang mahukan demokrasi dan kebebasan. Rakyat sendiri yang mahukan keterbukaan. Itulah yang dilakukan Habibie sebagai presiden, ikut kehendak rakyat.

    Yang mengundang IMF adalah soeharto, soeharto sudah sign agreement di hadapan Michael Camdessus (director IMF) untuk pinjam wang dari IMF. Justru pada masa Habibie beliau berhasil menurunkan kurs matawang dollar dari 1USD=Rp 15.000 menjadi sekira 1USD=Rp8500. Market bergerak positif, sangat mendukung apa yang habibie lakukan.

    Berbeza dengan UMNO sekarang yang masih tidak mengamalkan demokrasi, belum lagi ada kes pengundi hantu, money politic, ketidakbebasan mass media, dan international election watch tak boleh ikut masuk memantau pilihan raya. Hampeh kekdahnya.

    Mcm ni kualiti what so called ex-minister?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nampaknya kamu ni dah jadi macam bapak anwar. sentiasa aja menafikan yg benar. sampaikan main perempuan dan divideokan pun masih tak mengaku. kalau macam ni kena tukar jadi anwar lah termasuk perangainya yg suka jantan muda. ok tak?

      Delete
  5. Masa jabatannya sebagai presiden hanya bertahan selama 512 hari. Meski sangat singkat, kepemimpinan Presiden Habibie mampu membawa bangsa Indonesia dari jurang kehancuran akibat krisis. Presiden Habibie berhasil memimpin negara keluar dari dalam keadaan ultra-krisis, melaksanankan transisi dari negara authoritarian menjadi demokrasi. Atas kehendak rakyat, Sukses melaksanakan pemilu 1999 dengan multi parti (48 partai), sukses membawa perubahan signifikn pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi di Indonesia.

    Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University.

    “Laksanakan saja tugasmu dengan baik, saya doakan agar Habibie selalu dilindungi Allah SWT dalam melaksanakan tugas. Kita nanti bertemu secara bathin saja“, lanjut Pak Harto menolak bertemu dengan Habibie pada pembicaraan via telepon pada 9 Juni 1998.
    (Habibie : Detik-Detik yang Menentukan. Halaman 293).

    Banyak penyesatan yang dilakukan zam, karena berangkat dari fikiran awal DSAI sama dengan Habibie, lalu dia membuta tidak melihat luas apa persoalan yang terjadi di Indonesia dan di Malaysia. Dia berusaha mencari hal-hal yang hanya diperkirakan boleh menyokong ideanya itu.

    Di Indonesia Demokrasi disokong oleh keseluruhan elemen bangsa (dimulai oleh mahasiswa yang terbuka fikiran politiknya). Di Malaysia hal ini tidak terjadi. Mahasiswa malaysia terkesan malas dan ignorant untuk berfikir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Masa jabatannya sebagai presiden hanya bertahan selama 512 hari. Meski sangat singkat, kepemimpinan Presiden Habibie mampu membawa bangsa Indonesia dari jurang kehancuran akibat krisis. "
      asal anda tau, keberhasilan tersebut krn pak harto sdh merintis usaha2 penyelamatan negara. semua yg pak habibie lakukan hanyalah melanjutkan usaha2 penyelamatan negara yg sdh pak harto coba lakukan. sayang keberhasilan tersebut tidak bisa beliau nikmati krn keburu mundur

      Delete
  6. Haruslah difahami oleh seluruh rakyat Indonesia sepertimana tingginya sanjungan rakyat pada Pak Habibie maka tinggi lagi sanjungan kami kepada Pak Mahathir yang menebus maruah bangsa dan negara.

    Walaupun pada zahirnya lawatan Pak Habibies itu adalah atas undangan tetapi seharusnya rakyat Indonesia mengetahui bahawa dia dipergunakan oleh Anwar Ibrahim untuk menyelamatkan politik penderhakaannya dan dendamnya pada Mahathir dan UMNO.

    Fahaman saya ,Zam tidak mahu seorang pemimpin yang dimuliakan di Indonesia mengotorkan dirinya dengan mencampuri politik kotor Anwar Ibrahim.

    Masakah Pak Habibie tidak dapt memahami jemputan yang dibuat itu adalah untuk memberikan sokongan moral kepadanya dalam keadaan dia lemah. Jemputan politik itu adalah bersdelindong disebalik akademik exercise . Sangat bodohkah Habibie untuk tidak memahami ini.

    Dia hanya melanjutkan apa yabng dilaku.kan oleh Gus Dur dan ASmin Rais

    Media dan beberapa aorang pemimpin Indonesia langsung tidak mempedulikan perasaan Pak Mahathir Pak Najib dan UMNO terhadap apa yang telah dilalukan oleh Anwar terhadap negara,agama dan bangsanya yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun pemimpin Malaysia sedbelum ini.


    Kajilah dengan mendalam. Jangan dengar hanya sebelah pihak dan jangan tenggelam dalam kegilaan demokrasi baru Indoensia sehingga tidak dapat melihat demokrasi orang lain dan cuba pula mengajar kami.

    Terakhir sekali Anwar mahu memperkenalkan pulralisme agama di Malaysia yang sangat menyinggong perasaan umat Islam di negara kami.Rakyat Indonesia tidak memahami ini.

    Dan yang tidak mungkin dilupakan oleh sejarah ialah kebodohan Anwar tentang ekonomi menyebabkan dia mahu menyerahkan diri kepada IMF, tapi Mahathir menyelamatkan kami.



    Kami tidak terkejut apabila Pak zam dalam beberapa hal menyamakan Habibie dengan Anwar tetapi tulisan itu kami memahami sebagai usahanya untuk mengingatkan Habibie dan media Indonesia supaya tidak mencampuri politik Malaysia. Jangan pandang jemputan Anwar itu tidak berbau politik.

    Dari kontroversi yang timbul kami sekarang kami dapat memahami dengan mendalam betapa perasaan rakyat Indonesia terhadap Pak Habibie tetapi rakyat Indonesia juga harus memahami betapa luka,marah dan hancurnya hati kami apabila media dan pemimpin tertinggi Indonesia hingga keringkat mantan presiden dari masa kemasa sanggup datang ke Malaysia untuk memberikan sokongan moral kepada the traitor of Mahathir, the traitor of a nation and traitor kepada Bangsa Melayu dan Agama Islam.



    Apakah Pak Habibie dan media Indonesia tidak teralu cerdik untuk memahami akan hal ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah pencacai UMNO malaysia tidak terlalu cerdik memahami kalau BJ Habibie datang kerana dijemput rakyat malaysia juga? Korang ingat masyarakat akademis universiti tu bukan bahagian dari rakyat malaysia ker?
      Dalam hal ini BJH berpidato dalam lingkungan akademis, beliau berbicara dalam lingkup keilmuan sesuai pengalaman yang telah beliau alami. Tentang setuju atau tidak itu terserah pendengar pidatonya.

      Kalaupun ada anwar di situ apa kes? Yang menjemput adalah fihak universiti. Kalau pun. yang menjemput BJH adalah partai pembangkang apa kes jugak? Kenapa pencacai UMNO ni mengatasnamakan mereka sebagai seluruh rakyat malaysia?

      Benar beberapa comment kat sini, ini adalah ketakutan pencacai UMNO yang tak mahu minda rakyat terbuka dengan another vision, yang tak mahu projek kroni melupus, yang tak mahukan kekuasaan jatuh ke fihak lain.

      Kenapa pencacai UMNO ni x cerdik, kenapa x focus kat anwar jer, like always you did before. Kenapa mengheret BJH for your politics masturbation? Dengan kata-kata kesat xder ethics yang menghiris perasaan Indonesia plak.

      Harapanku peribadi adalah DSAI jadik PM Malaysia.

      Delete
    2. Sungguh sial sekali menjadi DSAI, dicop jadik traitor melayu, traitor malaysia, traitor islam oleh UMNO.

      Kebenaran hakiki hanya milik UMNO, bahkan mengatasi kebenaran Islam.
      Only UMNO pahlawan negara,
      only UMNO pahlawan melayu,
      only UMNO pahlawan islam,
      Tidak pangkah UMNO, melayu masuk neraka. WTF !
      Kah kah kah
      Kumpulan pencacai taksub UMNO.

      Delete
  7. Zainuddin, politisi kacangan!
    goblok!
    Anjing!
    Babi!
    Homo!

    ReplyDelete
  8. Manisnya bahasa orang Indonesia di sini ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum...pencatatan sejarah tergantung dia dari mana dia memihak..dan belum tentu sejarah itu benar adanya..apapun pak datuk tulis di sini belum tentulah sama apa yg terjadi pada suatu bangsa..tapi tak apalah pak datuk mau tulis apa suka2 pak datuk aja,semoga pak datuk slalu sehat wal afiat.dan terus denga opini2nya.........kebenaran di atas segalanya...sejarah lengsernya suharto itu contoh kongritnya

      Delete
    2. assalamualaikum...pencatatan sejarah tergantung dia dari mana dia memihak..dan belum tentu sejarah itu benar adanya..apapun pak datuk tulis di sini belum tentulah sama apa yg terjadi pada suatu bangsa..tapi tak apalah pak datuk mau tulis apa suka2 pak datuk aja,semoga pak datuk slalu sehat wal afiat.dan terus denga opini2nya.........kebenaran di atas segalanya...sejarah lengsernya suharto itu contoh kongritnya

      Delete
    3. assalamualaikum...pencatatan sejarah tergantung dia dari mana dia memihak..dan belum tentu sejarah itu benar adanya..apapun pak datuk tulis di sini belum tentulah sama apa yg terjadi pada suatu bangsa..tapi tak apalah pak datuk mau tulis apa suka2 pak datuk aja,semoga pak datuk slalu sehat wal afiat.dan terus denga opini2nya.........kebenaran di atas segalanya...sejarah lengsernya suharto itu contoh kongritnya

      Delete
  9. assalamualaikum...pencatatan sejarah tergantung dia dari mana dia memihak..dan belum tentu sejarah itu benar adanya..apapun pak datuk tulis di sini belum tentulah sama apa yg terjadi pada suatu bangsa..tapi tak apalah pak datuk mau tulis apa suka2 pak datuk aja,semoga pak datuk slalu sehat wal afiat.dan terus denga opini2nya.........kebenaran di atas segalanya...sejarah lengsernya suharto itu contoh kongritnya

    ReplyDelete
  10. Its bullshit, you fucking liar.. you have no fucking idea about indonesia, MDF

    ReplyDelete
  11. jawabannya akan tau seluruh bangsa indonesia setelah diakherat nanti

    ReplyDelete
  12. "PAK HARTO TAHU SIAPA YANG MENGKHIANATINYA"
    dan Pak Harto Juga Tahu Siapa yang Dikhianatinya. Fair enough?

    ReplyDelete
    Replies
    1. smg tuhan memaafkan kesalahannya mengingat jasa-jasanya yang tidak terperikan

      Delete
  13. Sungguh luar biasa jasa yang dibuat olh pak Harto.Smg tuhan memaafkan segala kesalahannya

    ReplyDelete
  14. Semoga tuhan mengampuni kesalahannya

    ReplyDelete
  15. DULU: Indonesia swasembada beras, beras murah,BBM murah,saya sering nonton di tv presiden tanya jawab lansung sama rakyat,premanisme sedikit, POLISI sama ABRI bersatu,dan punya wibawa dimata masyrakat.
    SEKARANG : Indonesia impor beras, harga sembako pun naik, BBM juga naik, saya sering nonton di tv presiden keluar negeri dan sidang digedung, premanisme merajalela sampai2 anak kecil saja berani malakin mobil yg lewat dijalan, POLISI sama ABRI bermusuhan dan tidak punya wibawa, dan parahnya lagi polisi dimata masyrakat tidak lebih dari preman jalan. Silakan anda mau hidup dijaman mana.

    ReplyDelete
  16. hingga saat ini kami belum mendapatkan pengganti yang setara dengan pak harto....

    semoga pilpres 2014 dapat terpilih presiden yang lebih mengedepankan masyarakat kecil khususnya petani ala pak harto...

    ReplyDelete
  17. Sudahlah saudaraku....
    Naluri manusia itu tidak jauh beda dengan binatang, barangsiapa yang mendapat "MAKANAN" dari TUANnya sudah barang tentu enak gak enak akan membela TUANnya meski nyawa taruhannya
    Sudahlah saudaraku....
    Bersihkan diri kita dulu, baru maju menjadi apa yang kau mau. Jangan sebar2 uangmu karena rakyat sudah tahu apa maumu, ujung2nya tidak memilihmu.....

    SEMOGA INDONESIA TETAP BERDAULAT

    ReplyDelete
  18. Itu KARMA Presiden Soeharto waktu dulu dia mengkudeta Presiden Soeharto dengan bantuan CIA, jadi nikmati aja......

    ReplyDelete
  19. Sudah basi lah berita ini

    ReplyDelete